Miun
dan Sendal Jepitnya
Narator :
·
Ester
Trisetyowuri
Tokoh :
·
M.
Azhari Firdaus sebagai Miun
·
Andrea
Puput Handayani sebagai Ibu Tiri
·
Fera
Elviana sebagai Jamilah ( kakak tiri pertama )
·
Reti
Carmelayani sebagai Juminten ( kakak tiri kedua )
·
Seno
Fajar Prabowo sebagai Pangeran Kadir Diningrat
·
Viary
Kristinatali sebagai Penyihir
·
Guido
Tanpa Pamrih sebagai Raja Karyo Diningrat
·
Dwi
tito Rahmawan sebagai Pengawal
·
Sri
Wahyuni sebagai Ratu Sukri
Dahulu kala, hiduplah seorang
gadis yang bernama Miun. Ia tinggal bersama ibu serta kedua saudara tirinya
yang bernama Jamilah dan Juminten. Disana ia selalu diperlakukan secara tidak
adil seperti pembantu dan disiksa oleh ibu dan kedua saudara tirinya.
Ibu Tiri :
Miunnnnnnn…..
Miun :
Ada apa bu?
Ibu Tiri :
Ya, ampun kamu itu tuli sekali. (Sambil
menunjuk kepalanya)
Miun :
Maaf bu, saya sedang mencuci baju di belakang.
Juminten :
Alasan aja tub u.
Jamilah : Makanya kalo dipanggil cepatan
datang.
Ibu Tiri :
sudah – sudah. Cepetan buatkan ibu the panas. Ibu haus. Gak pake lama.
Miun
pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh dan mengantarkanya pada ibu tirinya.
Ibu Tiri :
miun! Teh apaan ini, kamu ingin membunuh ibu nya.( sambil menumpahkan kekepala miun).
Miun :
Panas, Maaf bu tapi tadi Ibu meminta teh panas.
Ibu Tiri :
Berani ngelawan nya kamu. Mau Ibu pukul. Sekarang masuk dan bersihkan seluruh
ruangan.
Jamilah : Nih sekalian cuci ( sambil
melemoar kain – kain ke muka Miun)
Miun :Huuh(sambil
menghela nafas)
Juminten :
Kenapa kamu! Mau mengeluh.
Miun :Saya
capek bu, seharian belum istirahat.
Ibu Tiri :
Apaaaa( dg ekspresi berbeda). Segitu aja sudah capek. Dasar kurus, sudah
numpang hidup lagi.
Sang
ibu tiri pun bersama kedua saudara tirinya meninggalkan miun.
Miun :
Dasar… Pantas aja bandannya gendut, dia juga pemalas.
Ketika
hendak istirahat setelah pekerjaannya selesai, Yiba – tiba kedua saudara
tirinya datang dengan membawa secarik kertas belanja.
Jamilah : Miun, pergi kepasar dan beli
semua yang ada diketas. Nih uangnya.
Miun :
kakak serius, beli ayam sepotong, sayur, tahu tempe, terasi dan pembalut dengan
uang 15rbu doank.
Juminten :
gak usah protes,kita gk mau tau uang itu harus cukup. Kalo kamu gak mau beli, biar
aku lapor ibu.
Miun :
Iya kak… ( sambil pergi ia berkata “dasar pelit, knpa gk beli aja sendiri lho
piker nie
uang cukup).
Saat perjalanan pulang dari pasar, Miun mendengar
pengumuman yang dibawa pengawal istala bahwa kerajaan Diningrat akan mengadakan
pesta untuk mencari pendamping untuk pangeran. Sesampainya dirumah, Miun masuk
ke kamar dan membuka tas yang berisi pakaiannya. Tetapi tak satupun pakaian
yang dapat ia kenakan untuk kepesta.
Miun : bagaimana ini, tak ada satupun pakaian yang
bagus padahal aku ingin pergi ke
pesta dan bertemu pangeran.
Ucapan Miun tak sengaja didengar oleh Juminten.
Juminten :
apa? Kamu mau kepesta. Pasti maksud kamu pesta yang diselenggarakan kerajaan
kan.
Miun :(
menangguk)
Juminten :
hahhaha.. ibuuuu, kakaak. Cepat kemari.
Ibu Tiri :
ada apa teriak – teriak.
Jamilah :
iya, berisik banget.
Juminten :
nih bu, Miun mau pergi ke pesta, mau jadi pendamping pangeran nih kayanya(
sambil menunjuk kepala Miun)
Miun :
memanknya gak boleh apa bu!(nyolot)
Ibu Tiri :
Ya jelas gak boleh. Kamu gak ada pantes – pantesnya yang ada kamu Cuma bikin
malu. Yang pantes itu jamilah dan
juminten.
Jamilah: dasar gak tau malu, sekarang siapkan make-up
kita.(sambil berdandan).
Saat semua pergi ke pesta, Miun menangis dan merasa
tidak adil dengan jalan hidupnya. Seorang Penyihir yang sedang mengendarai sapu
terbangnya mendengar tangisan Miun yang
keras terjatuh dihadapannya.
Miun : Kamu siapa (kaget)
Penyihir :jangan takut, aku bukan penyihir
yang jahat seperti yang difilm, novel atau ….
Miun : stop!!! kamu bohong, mana ada penyihir yang
baik. Kamu juga cerewat.
Penyihir : alama…. Terserah dech, lalu
kenapa kamu menangis.
Miun pun menceritakan mengapa ia menangis kepada
penyihir, karena kasihan penyihir pun menolongnya.
Penyihir : jadi begitu ceritanya, baiklah
sya akan membantu kamu. Saya akan merubah kamu menjadi wanita tercantik.
Miun : benarkah?
Penyihir : ya, tapi ada syaratnya, kamu
harus pulang jam 10 mlam. Soalnya kalo lewat kamu bisa masuk
angin, kalo masuk angin gak ada yang ngerokin.
Miun :stop!!! Boleh nawar gak? Sampe jam 12 mlm
supaya bisa dansa dengan pangeran.
Penyihir : emmm… baiklah..sekarang tutup
mata kamu.
Miun pun menutup matanya dan membayangkan wajahnya
berubah menjadi katty perry dan teryata dia tertidur sambil mendengkur.
Penyihir : woiii, bangun gue bilang tutup
mata bukan ngorok.
Miun : maaf,saya membayangkan sampai tertidur.
Miun pun dirubah bagai putri istana yang cantik
jelita dengan bando dikepalanya dan sandal jepit dikakinya.. namun, penyihir
tidak lupa mengingatkan bahwa ia harus kembali sebelum lonceng berbunyi 3 kali
pukul 12 malam.
Miun tiba didepan istana dengan sapu terbang yang
dipinjamkan oleh penyihir. Semua mata memandang kearahnya. Pangeran kadir pun
tak berkedip melihatnya. Pangeran menghampiri Miun dan mengajak berdansa
Pangeran :maukah kau berdansa denganku.
Miun :(MENGANGGUK TERSENYUM)
Saat berdansa pangeran mengatakan:
Pangeran : pasti kamu dilahirkan dipadang
bunga.
Miun : memangnya kenapa?
Pangeran : soalnya kamu menyegarkan ku
seperti bunga-bunga ditaman.
Sementara itu Keluarga
juminten melihat Kehadiran Miun.
Juminten :Ibu, kak. Lihat,Aku seperti
mengenal gadis itu.
Jamilah : iya, seperti Miun
Ibu tiri :gak mungkin,, masa Miun
secantik itu.
Lonceng berbunyi tepat pukul dua belas, miun
pun teringat syarat dari penyihir. Ia pun bergegas berlari meninggalkan pesta.
Pangeran pun bingung dan mengejar Miun namun yang tertinggal hanyalah sebelah
sandal jepitnya.
Keesokan harinya,
Pangeran dan pengawalnya membuat selebaran dan mendatangi rumah – rumah untuk
mencari siapa pemilik sandal jepit namun tidak ada yang cocok dan sampailah
pada rumah Miun.Juminten yang saat itu melihat pangeran datang langsung
memanggil Ibu dan kakaknya.
Juminten : Ibu, Kak…
ada pangeran
Jamilah : mana??
Pengawal : tok.. tok..
tok.. permisi kami ingin mencobakan sandal jepit ini pada kalian.
Ibu tiri :Silahkan.
Pasti cocok.
Juminten : ya ampun
kekecilan>
Jamilah : gak muat
bu..
Ibu Tiri : dimuat
– muatin.
Pengawal : Teryata
disini juga bukan, bagaiman apangeran.
Pangeran : baiklah
sebaiknya kita pergi.
Ibu Tiri :
Tunggu, sebaiknya Pangeran minum dulu.Miunnnnnn…
Miun : ya bu!
Ibu tiri :Siapkan
minuman untuk pangeran.
Pangeran : tunggu.
( semua kaget)
Pangeran : cobalah
sandal ini( pangeran memasangkan).
Jamilah : mana
mungkin cocok diakan Cuma pembantu
Ternyata sandal
itu cocok dan datanglah penyihir merubah kembali Miun menjadi bagai puteri.
Pangeran : tega sekali
kalian, saya akan memberikan hukuman pada kalian.
Bersama- sama : ampun pangeran
Pangeran : tidak ada
ampun bagimu
Pangeran pun
membawa Miun ke Istana untuk meminta restu pada raja karyo dan ratu sukri.
Ratu :
inikah wanita yang selama ini kau cari – cari?
Pangeran : ya ibunda.
Raja ;
baiklah, kamu mendapatkan restu dari kami.
Akhirnya mereka
menikah dan hidup bahagia dengan 12 keturunan.
Sekian dan terima kasih.

kenapa aku jadi biniann lahh.. ckckckck
BalasHapuskm pemain utama didrama ini dulu us.... ingat kh waktu dng bu sofie yang lalu km mau pinjam kostum nyanyi ku dulu.... tapi syukur kada jadi hahahahaaa :D
HapusIngat ae aku, yang warna pink smalam t nah.. gkgkgk
BalasHapusiya yg itu us ae..... lalu km kyk papan irisan oleh bagian bahuny tebuka.. wkwkwk coba bl drama ni bjuran d maini oleh kita,pst bs bnyk tepingkal pingkal aplg yg main bhan km 2 seno wkwkwkwkwkwk
BalasHapus