Kesabaranku ini suatu hari akan ada
balasannya.
Kuharap ombak tanpa akhir ini akan
berhenti.
Kuharap kau dan orang yang kau
cintai akan terus [bersama] hingga seratus tahun.
Kuharap kau dan orang yang kau
cintai akan terus [bersama] hingga seratus tahun.
Berikut cuplikan lirik lagu yang
diartikan ke dalam bahasa Indonesia yang didengar oleh Riri di tab nya. Sudah 4
tahun Riri menyukai Boyband asal korea
yang menyanyikan lagu tersebut,yaa Super Junior. Riri Keysharina, adalah gadis
remaja yang baru lulus dari SMA dan akan memulai kehidupan perkuliaahannya
tahun ini, Riri tidak begitu cantik, namun tidak juga begitu jelek, wajah dan
badannya mungil, dan dia sangat lincah ketika berbicara. 13 Hari lagi,Riri akan
memulai masa-masa perkuliahannya, dan dia tak sabar untuk menantikan bagaimana
kehidupan anak perkuliahan.
“Riii,,
Riri...!” terdengar suara dari dapur memanggil
“iyaaa..
iya kenapa maah?? “ jawab Riri sambil meletakan tab nya di meja.
“Bantuin
mamah yaa... ambilin paket di tempat Butik tante Rina dideket Gramed”
“Paket
apa mam? Pasti paket baju-baju yang mau dijual di arisan yaa.....” canda Riri
“aduh
kamu ini asbun banget, paket dari temen mamah, itu yang dikirim dari Jogja buat
papah kamu. “ jawab mamah sambil mengulek sambel
“Oooh
paket itu toh mah, iya iya Riri
ambil..... tapi ngambil sekarang ya mah?”
“Tahun
depan aja ri ngambilnya” jawab mamah asal
“iya
iya, Riri berangkaat dulu mah” Jawab Riri sambil melangkah keluar dari dapur.
Beat biru kebanggaan Riri yang
bertuliskan sticker I <3 Super Junior pun menjadi teman Riri sehari hari.
Kurang lebih 30 menit akhirnya Riri sampai di tempat tujuan. Riri pun
memakirkan motornya diparkiran Gramedia,karna dia tahu kalau Tante Ria bakal
nyerocos tak kenal waktu.
“Ah
astaga, ini hari kamis! Aduh aku lupa hari ini aku harus ikut les apa ya” Riri
membuka agenda nya yang berwarna hitam biru tersebut. Tanpa disadarinya, Ia
membaca dan menabrak seorang lelaki. Bruaakkk
“Aduh
aduh maaf... maaf saya ceroboh maaf” cerocos Riri sambil memungut buku
agendannya
“ah
iya gak apa-apa, maaf ya, aku juga yang salah” jawab lelaki itu sambil
mengambil agenda dan dompetnya yang juga terjatuh
“Gak
ada yang hilang kan? Sekali....lagi....maaf.....yaa” kata Rili sambil agak
terpana melihat makhluk didepannya
“iya
gak apa apa, aku juga salah kok, lain
kali hati-hati ya” jawab lelaki itu sambil tersenyum dan meninggalkan Rili yang
tetap terpana dan membeku.
“YA
TUHAN ITU CHO KYUHYUN VERSI INDONESIA YAAAAA” teriak Riri di dalam hati.
Namanya juga FanGirl, apapun yang dia lihat dan dia dengar semuanya selalu
disbanding bandingkan dengan Bias*.
Benak Riri benar-benar kacau karena
lelaki tersebut, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau dia berjalan kea rah
butik dengan muka merah padam .
“hallo
Riri, lho kok muka kamu merah, kamu lagi sakit yaa? “
Suara
Tante Rina mengaggetkan Riri, buru-buru Riri kembali bersikap seperti biasa.
“gak kok te,
Cuma tadi Riri dikagetin sama anak-anak main petasan hehe. Oiya te dimana ya
pesanan mamah?” bohong Riri agar teman mamahnya tidak khawatir
“Oh
gitu, oiya ini pesanan mamah mu, eh gimana kabar......”
“anu
maaf tante, lain kali ya kita cerita,
Riri habis dikagetin jadi gak enak badan tadi te” potong Riri sebelum teman
mamahnya tersebut kebablasan untuk cerita.
“ah
iya iya, kamu cepet pulang sana kan kamu mesti les nanti sore yak an? Titip
salam aja ya buat mamah” kata Tante Rina
“iya,
makasih y ate” jawab Riri sambil meninggalkan teman mamahnya
Sepanjang
perjalanan Riri masih terbayang wajah si cowok ganteng tersebut. Untunglah dia
sampai dengan selamat. Sampai di rumah Riri pun mengantar paket mamahnya dan
tanpa banyak bicara mengambil Tab diatas meja dan masuk kedalam kamar. Didalam
kamar pun Riri terdiam sambil memandang poster Cho Kyuhyun Super Junior yang ia
dapatkan dari majalah.
“yaa..
Cho Kyuhyun, entah sampai kapan hatiku ini terikat olehmu, kkekekek” Gumam Riri
“ahh sudah sudah bisa gila aku kalau lama-lama mandang dinding, ah gara-gara
ketabrak cowok tadi aku jadi lupa mau
les apa sore niih.” Riri mengambil Agenda didalam tas nya.
“Lho
kok gak ada jadwal les sih, kok Cuma ada jadwal kuliah? Aduhh masa aku sekarang
udah suka mengkhayal jadi anak kuliah” gumam Riri pada diri sendiri “Lho,Kok
ini malah agenda Alvin, siapa sih Alvin?” Dibaca nya halaman perhalaman “WADUH
INI MAH AGENDA SI GANTENG , ADUHH INI KETUKAR, MAMPUS GUE” Teriak Riri.
Tokk
tokktokktokk.. “kenapa Rii, kenapa rii??” suara mamahnya Riri terdengar dari
luar
“Ah
gak apa-apa maaaaahh! Riri mau siap-siap pergi les,” jawab Riri dari dalam
kamar.
“ah
mamamaaahh, Riri hari ini les apa ya mah?” Tanya Riri pada mamahnya dari balik
pintu
“Aneh
kamu tuh rii, emang kamu kira mamah yang les jadi tau semua jadwal les mu.”
Jawab mamah sambil meninggalkan Riri kebingungan. “Mampus gue” gumam Riri.
*****************************
“Hoaahmmm” kantuk Riri ketika Les
bahasa Jepangnya selesai. “Haduhh bored banget kalau udah gini, untung hari ini Cuma bahasa Jepang.”
Sungut Riri. Riri membuka dan melihat agenda lelaki tampan tersebut. Warnanya
memang sama, tapi Riri mempunyai Agenda yang bergaris pearl Blue, punya lelaki
tersebut bergaris violet. Riri pun melihat didalamnya, Jadwal Kuliah dan hanya
bertuliskan nama dan nomor telpon, hmm
nomor telpon... “HAH NOMOR TELPON???”
Pekik Riri dalam hati, dia buru-buru memasukan nomor handphone kedalam
handphone Riri. Tapi tiba-tiba nomor yang sama yang tercantum dibuku juga
menggegetarkan handphone Riri.
“Ya
Tuhan! Ini nomor yan sama, apa yang harus kulakukan! Si tampan menelpon handphone ku, aduh aduh aduh”
seketika itu juga Riri heboh sendiri, beberapa detik kemudian “Ha..hahalo”
“ya,
halo? Ini benar Riri Keysharina?” Tanya suara dari seberang
“i..iya,
ini..ini siapa ya?” Tanya Riri gagap karna ia tau sedang berbicara dengan siapa
“Ini
Alvin, aku pemilik Buku agenda yang tertukar dengan punya mu. Tenang jangan
gugup, aku bukan penculik kok jadi gak usah takut-takut gitu. Hahaha” canda
suara yang didalam handphone .
Bagaikan
terkena setrum,Riri begitu mengenal suara itu! Ah mirip sekali dengan tawa Cho
Kyuhyun! Tidaak, wajah,suara dan tawa pun begitu mirip!
“Halo,
halo?? Riri masih disitu kan?” Tanya suara si cowok yang mengagetkan Riri
“seandainya
kamu itu cho kyuhyun..... ahhh aduh aku
nii ngomong apa sih!” tanpa sadar Riri berbicara sendiri
“hah
Cho Kyuhyun? Siapa itu?”
“Ah
maaf itu idola aku, suara kamu mirip
sekali dengan dia. Hehe”
“O
ya? Wah aku gak tahu kalo ternyata ada artis juga yang mirip dengan aku, hehe”
kata Alvin memuji diri sendiri
“haha
tapi kamu lebih manis dari idola aku....” UPS Keceplosan lagi “aduhh maaf ya
mulut aku ini emang gak bisa dikontrol”
“hehe
ada ada aja kamu tuh. Oh iya apa aku boleh minta kembalikan agenda ku, soalnya
aku Cuma nyantumin disitu jadwal kuliah aku” pinta Alvin
“ah
iya iya aku juga minta punya aku, semua jadwal dan tugas-tugas lesku ada di
situ, emang aku mesti ngantar dimana ya?”
“kita
ketemu di taman dekat gramed, kamu udah selesai les kan?”
“iya
, aku udah selesai, kalau gitu aku langsung ke situ ya. See you”
“
see you, hati-hati ya” kata Alvin sebelum telpon ditutup
**********************************
Kurang 45 menit jam 18.00 Wib, Riri
sudah sampai di taman didekat gramedia, dia menaruh beat biru nya diparkiran taman bacaan
tersebut. Riri celingukan ketika sampai di taman, dia sibuk menncari kepala
Alvin tanpa disadarinya ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya. “Eee copot hati
kyuhyun! Eh..weh” latah Riri “iiihh kamu niih usil banget yak”
“Hahahaaaaaaa,
maaf maaf ternyata kamu latah ya” tawa
Alvin sambil mengelus kepala Riri (karna Ririnya pendek .. hihiii). DEGG, tiba-tiba
muka Riri memerah. “Alvin kenapa kamu begitu manis sih” pikir Riri.
“Rii?...Riri..riiii”
tegur Alvin “kamu gak sakit kan? Kamu emm kamu gak mmm gak Trance kan?” Tanya Alvin sambil menempelkan telapak tangan kejidat
Riri,
seketika
itu juga Riri terkejut. “eh gak apa apa kok, Trance? Kesurupan maksud mu? jangan
bicara pake bahasa Inggris woi, disini Indonesia, aku kan bisa gak ngerti ntar
hehe” canda Riri
“eeh
maaf maaf, aku lupa kosakatanya Rii, maklum baru 2 tahun tinggal di Indo
makanya bisa lupa dikit hehe” jawab Alvin santai.
“Emang
kamu darimana pake bisa lupa-lupa bahasa Indo?” Tanya Riri sambil duduk di
pojokan taman.
“Aku blasteran Rii, mamah aku orang Indonesia
dan papah aku sih orang jepang tapi dia lumayan lancar bahasa Indonesia.” Jelas
Alvin.
Mendengar
kata Jepang,Riri membeku seketika “Kamu
pernah tinggal di Jepang? Wahh pasti asik dong!” kata Riri dengan mata yang
berbinar binar.
Alvin
tertawa melihat kelakuan Riri, matanya yang sedikit besar membulat, mulutnya
yang kecil ketika berbicara semakin membuat penampilannya menjadi manis. “hahaha,
kamu ini ya lucu banget, Jepang itu emang asik, asik buat wisata aja, aku
disana kan gak sepenuhnya wisata. Nanti kalau kamu ada student exchange ke
Jepang,nanti kamu ngerasaainya.” Jawab Alvin sambil menukar Agendanya dan
Agenda Riri.
“Oooh
gitu toh, oiya kan aku gak sengaja liat Agenda kamu, kamu anak kuliahan kan?
Kuliah dimana?” Tanya Riri polos.
“Aku Kuliah di Universitas T di sini, kamu SMA
dimana?” Jawab Alvin santai.
PLAKK Sebuah tamparan pada Punggung
Alvin “Enak aja kamu bilang aku anak SMA!! Tahun ini aku udah Kuliah ooiii!”teriak
Riri kepada Alvin yang membuat orang-orang disekitar taman itu melihat mereka
berdua. “eeh...ehh,eh aduh mati aku bikin malu aja” ucap Riri sambil menutup
muka nya.
“Hahaaaaha
kamu ini emang lucu ya Ri, bicara sendiri, malu sendiri teriak teriak sendiri,
mana mukul orang pula, mamah aku aja gak pernah mukul aku, kayaknya Cuma kamu
yang baru mukul aku sampai sekarang hahaaa” ucap Alvin ngakak,Riri menutup malu
mukanya.
****************************
“Darimana kamu Rii? Jam segini baru
pulang, bukanya les bahasa Jepang Cuma sampai jam 5!” Tanya Papah Riri dengan
muka sesangar Harimau Sumatera.
“Aduh
pah gak usah sangar-sangar,nanti kegantengan papah pada hilang” goda Riri “Riri tadi habis
ketemu teman, soalnya agenda teman Riri ketukar sama agenda dia. Riri masuk
dulu ya pah” pamit Riri sebelum Lelaki tertampan dirumah tersebut menanyakan
pertanyaan-pertanyaan yang gak masuk akal,karena papah nya Riri juga banyak
bicara alias cerewet.
Selesai mandi dan makan,Riri kembali
masuk kedalam kamarnya. Kemudian dia
menyalakan tabnya dan memutar lagu Super Junior. Sambil membayang
bayangkan wajah Cho Kyuhyun Super Junior,Riri terkekeh sendiri. Tiba-tiba, Riri
dikagetkan dengan handphone kecil Riri yang bergetar. “Alvin!” pekik Riri
kegirangan
Hallo
riiii, selamat malam~ lagi ngapain nih? Aku lagi boring,temenin yaaa heehe JA
“
Waahh,si ganteng smsin akuuuu, “ pikir Riri kesenangan
Halo juga vin, met malam,aku lagi main game,emang
aku temen kamu? kenapa harus aku? Weheheehe B-)
Riri
kembali mendengar lagu, 15 menit berlalu,30 menit berlalu,45 menit,hingga 2 jam
telah berlalu. “hmm kayaknya Alvin udah tidur, sekarang baru jam 9 sih.” Riri
kemudian lanjut menonton televisi, tapi matanya terfokus kepada handphone
kecilnya.”Ahh ngapain sih nunggu si jepang itu,mending online aja deh.” Pikir
Riri jengkel. Baru mau membuka laptop diatas meja belajarnya,tiba-tiba
handphonenya kembali bergetar.
Halo rii, maaf ya baru bisa balas, tadi aku lagi
belajar,keasyikan jadi lupa balas sms kamu hehe aku kasih tau ya, dikontak hp
aku ini Cuma ada nomor keluarga aku sama Wahyu,Jono dengan kamu. hehe maklum
aku baru disini,jadi gak punya banyak teman akrab. J
Riri
tersenyum membaca sms Alvin “Nii orang bikin jengkel ya, dia yang ngajak sms.an
dia juga yang lupa. Tapi kumaafin deh” ucap Riri sambil senyam senyum
Iya deh kumaafin, kayaknya kamu ini gila belajar.
Jangan kedikitan teman dong, lain kali kita mejeng dilampu merah nyari teman
buat kamu. hahaha :P
Selesai
mengirim sms Kembali Riri memutar lagu ditab nya, lagu HARU dari Super Junior yang semakin membuat suasana hati Riri
semakin gembira. Handphone kembali bergetar dan dengan semangat Riri membuka
handphonenya.
Aduh
masa kamu samain aku dengan waria sih -_- Lain kali kita ke RSJ aja sekalian
ngambil cinta kamu disana hahaha :P 1-1 We are draw kkekekek~
Kali
ini Riri terpingkal karena isi pesan Alvin. Segera Riri membalas sms Alvin.
Lain kali aku yang bakal menang! Cinta kamu kali d
RSJ huehehee
Walau Riri bersemangat bersms-an ria
bersama Alvin,tapi tubuh tak dapat dibawa Kompromi,setelah membalas pesan
tersebut,Riri tertidur pulas.
**************************************************
Setelah malam itu,Riri dan Alvin tak ada saling mengontak.
Riri juga terlalu sibuk dalam mempersiapkan dirinya sebagai mahasiswa,sedangkan
Alvin pasti sibuk dalam mengurus tugas nya sebagai mahasiswa. 12 Hari setelah
iru,sehari sebelum Riri masuk dan mulai aktif sebagai mahasiswi, Riri
menyempatkan diri berbelanja bersama mamahnya di mal. Karena akan membawa
banyak barang, maka Riri dan mamahnya diantar papahnya dengan mobil mereka,
setelah selesai belanja,papah Riri akan menjemput Riri dan mamahnya. Jadi
papahnya Riri semacam sopir buat Riri dan mamahnya.hampir 3 Jam Riri dan
mamahnya berbelanja,mereka membeli ini itu pakaian ini dan itu,beragam plastic
yang mereka pegang, sehingga orang-orang yang melihat mereka berdua seperti
orang yang mau pindahan daripada berbelanja.
“Mah, coba telpon papah, jangan lambat-lambat ngambilin kita 2.
Bisa mati aku.” Pinta Riri sambil meminum ice
shakenya.
“Bentar
ya Rii, nii lagi nelpon.....halo halo? Pah, ini kami 2 Riri udah selesai
belanja...........HEEH? MACET? Terus kami 2 Riri naik apa?” pekik mamahnya yang
membuat Riri kaget dan melihat mamahnya
“mampus
gue , kok sial banget sih” pikir Riri.
“Rii,kata papah gak bisa jemput kita
2, gimana nih ri? Masa kita jalan kaki?” keluh mamah Riri
“Mah,
Cuma orang gila yang mau pulang jalan kaki sekitar 9 km dengan sekampungan tas
belanja kyk gini, hallooooo bisa mat imam!” keluh Riri tak mau kalah “kita naik
taksi aja deh” kata Riri. Sebelum Riri berangkat dari tempatnya
berdiri,tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundak riri.
“Rii..!” sapa sipemilik tangan,Riri
menengok dan tersenyum
“Alvin!”pekik
Riri “Ngapain kamu disini?”
Sebelum
Alvin menjawab pertanyaan Riri “Halo Tante,saya Alvin teman Riri” ucap Alvin
sambil menyalami mamahnya Riri,mamahnya Riri terpana melihat teman dari anaknya
tersebut. Kemudian Alvin melirik Riri
“ngapain disini? Mau ngamen rii, udah tau disini mal pasti dong buat belanja”
ucap Alvin sambil menunjuki sebuah kantong belanjaan. “kamu belanja ya sama
mamahmu?” Tanya Alvin balik sambil melirik kantong-kantong yang dipegang oleh
Riri,
Riri
tersenyum malu. “udah deh vin jangan bikin aku melting hahaha eh bentar ya aku
tinggal dulu mau mesan taksi buat kami 2 mamah.” Sebelum Riri meninggalkan
Alvin dan mamahnya,Alvin tiba-tiba menahan tangan Riri
“Gak
usah pesan taksi,aku antar aja sampai rumah, kamu sama tante tungguin disini,
gak usah pesan taksi oke!” ucap Alvin sambil meninggalkan Riri dan mamahnya
kebingungan
.
“Emang teman mu naik apa Ri? Kalau naik motor gak mungkin kita 3 bisa naik.
Oiya Kamu dapat teman kayak gitu darimana? Ganteng amat Riii, kayak siapa itu
idola kamu, kiyuhyun ya?” Tanya mamah nyerocos
“KYUHYUN
mah bukan Kiyuhyun. Aku juga gak tau dia naik apa,Riri gak pernah liat
motornya.” Jawab Riri asal.
8 menit kemudian,Sebuah mobil Honda
Brio biru mendekat kearah Riri dan mamahnya. Riri tak menyadari kalau didalam
mobil itu Alvin karna mata Riri hanya
melihat parkiran motor.
“Emang
kamu kira aku naik motor apa, atau ada cowok cakep ya disana” celoteh Alvin
ketika keluar dari mobil. Riri terkejut “Sini te, biar belanjaanya aku yang
angkat,taruh dibagasi belakang aja y ate” ucap Alvin kepada mamah Riri.
”Oh
iya nak Alvin,asal jangan dibawa kabur aja belanjaan tante hehe” canda mamah
Riri yang membuat Alvin tersenyum,”benar-benar mirip” pikir Alvin.
Selesai
memasukan belanjaan Riri dan mamahnya,Mamah Riri bergegas masuk kedalam bangku
penumpang dibelakang. “Ini kan teman kamu, masa mamah yang duduk di depan” ucap
mamahnya Riri.
haduh
malu bangettt duduk didepan mana duduk sama si cowok tampan ini” pikir Riri dag
dig dug.
Setelah keluar dari halaman mal,
Honda Brio biru Alvin melaju dangan santai karna suasana kota tersebut sedikit
padat. “Waduh bisa macet nih” ucap Alvin memecah keheningan.
“Papahku
tadi juga kejebak macet makanya lambat jemput kami.” Balas Riri sambil terus
memandang kedepan.
“emang dijalan mana macetnya Ri?” Tanya Alvin.
“Kalau
gak salah sih di jalan T,jalan ini juga” jawab Riri ngasal padahal dia juga gak
tau dimana karna Riri merasa sangat lelah.
“Oooh,
kalau gitu kita lewat jalan tikus aja ya. Ga apa apa kan te?” Tanya Alvin pada
mamahnya Riri
“Terserah
kamu aja nak Alvin, tante karna ikut kamu jadi teserah kamu aja” canda mamah
Riri. Alvin terkekeh dan melirik Riri.
“Riri
kecapekan ya? Itu ada air putih di box, diminum takut nanti kamu dehidrasi” ucap Alvin sambil terus menatap
kedepan. Seketika itu juga Riri mengambil air itu dan meminumnya.
“Wah
wah nak Alvin kok tau kalau Riri kehausan? Jangan-jangan nak Alvin ini dokter
ya” goda mamah Riri
“Hehe
Cuma ngeliat Riri banyak diamnya aja, biasanya te,Riri itu gak bisa diam” tawa
Alvin sambil melirik Riri,Riri Cuma tersenyum simpul mendengar perkataan Alvin.
Riri merasa sangat lelah setelah 3 jam
berbelanja dari jam 16.00-19.00 wib bersama mamahnya.badannya terasa
pegal, dan mungkin karena Ac mobil Alvin yang sejuk sehingga membuat Riri
mengantuk dan tertidur.
****************************
Ketika
membuka mata Riri tersadar bahwa dia tidak dimobil Alvin lagi, tapi didalam
kamarnya yang hangat. Riri menengok jam Dindingnya, waktu menunjukan jam 5.30
wib, Itu berarti waktunya Riri harus turun kebawah dan segera siap-siap karna
hari ini adalah hari pertamanya sebagai mahasiswa dan Riri tak mau terlambat
pada hari pertamanya! Tapi dia mencoba mengingat kembali,bukankah dia tadi
malam dimobilnya Alvin? Bagaimana kah dia bisa sampai ada didalam kamarnya?
Kenapa Riri tak sadar kalau dia sudah sampai rumah? Kenapa tak ada satupun
sentuhan-sentuhan yang membangunkannya? Ah itu terlalu memusingkan, akhirnya
setelah berdoa, Riri pun keluar dari kamar dan disambut dengan mamahnya yang
sedang memasak.
“Halo
Riri? Gimana nih tidur kamu? enak ya?” Tanya mamah Riri sambil memotong tomat
untuk sarapan nasi goreng mereka pagi itu.
“Enak
banget mah, saking enaknya aku gak sadar gimana cara aku sampai dikamar” jawab
Riri sambil meminum segelas susu.
“Harus
enak dong,toh pas udah sampai rumah kamu digendong sampai kamar kamu” jawab
mamah tanpa memandang Riri
“Hah
digendong? Sama Papah ya? Aduh berarti aku harus mijit tangan papah kalo kayak
gini ceritanya. Ntar dia rewel lagi kalo gak dipijitin.” Celoteh Riri
Mamahnya
tersenyum dan memandang Riri “Kalau Papahmu yang ngangkat, berarti papah kamu
itu masih umur 17 dong, udah tua gitu mana mungkin kuat ngangkat anaknya yang
berat kayak kamu!”
“Lah
terus siapa yang gendong aku?” Tanya Riri dan segera meminum susu digelasnya.
“Alvin
dong” jawab mamahnya enteng
PLUSSHHHHHH
Semprotan alami keluar dari mulut Riri “Alvin? Yang gendong aku Alvin?” Tanya
Riri sambil membersihkan mulutnya dari semprotan minumannya “Kenapa kalian gak
bangunin aku atau gak siram aku pakai air seember?” pekik Riri
“ya
Tuhan kalau mamah siram kamu pakai air seember kasian kan Alvin ngebersihin
mobilnya. Lagian kamu juga yang gak bisa dibangunin,sudah d pukul pukul tapi
gak bangun bangun juga” jawab mamah sambil menggoreng telur,”Ayo cepat beresin
bekas semprotan alami kamu tuh sebelum papah kepeleset disitu”pinta mamahnya
Ya
Tuhan? Alvin gendong aku? Kembaran Kyuhyun gendong aku? Aku digendong pangeran
bermobil Biru! Ya ampun! Pikir Riri sambil membersihkan lantai.
Setelah
mandi,Riri kembali kekamarnya, selesai berpakaian Riri segera berangkat ke
ruang makan karna ayah dan ibunya telah menunggu dia, tapi Riri dikagetkan
pesan yang masuk ke handphone Riri. “Siapa yang pagi-pagi ngirim pesan
sih.....”pikir Riri”Hah Alvin?”
Hallo Riri, selamat pagi? Udah segar ya pagi ini? kamu
pulas banget tidurnya malam tadi. :3
Riri tersenyum dan segera membalas
pesan Alvin sebelum sampai ruang makan.
Mt pagi Vin, Aku udah segar kok, makasih ya tadi
malam udah nganter kami 2 mamah. Maaf ngerepotin terutama udah gendong aku
sampai kamar. Tangan kamu gak sakit kan? Aku sarapan dulu ya vin, J
Setelah membalas pesan tersebut,Riri
segera bergabung bersama orang tuanya. Kurang lebih jam 6.45, Riri selesai
makan dan dia kembali kekamar untuk mengambil tas kuliahnya. Tiba tiba
handphone Riri kembali bergetar menandakan
ada pesan yang masuk.
Hehe its
no problem for me, sarapan yang banyak yaa~ hari ini kan hari pertama kamu
masuk kuliah ^^ semangat!
Riri tersenyum dan menyimpan
handphonenya didalam tas, baiklah Riri,
hari ini kamu sudah disemangatin oleh pangeran ! jadi kamu harus semangat! Fighting~
. Dan Riri pun berangkat menuju kampusnya.
Hari pertama masuk, Riri merasa tak
ada yang berubah, dia berjumpa dengan teman-teman lamanya dan juga teman-teman
yang baru ditemuinya pada saat daftar ulang kemarin. Mereka bercanda tawa
sebelum kelas dimulai. Saking rame dan kerasnya tawa mereka, membuat sekeliling
Riri dan teman-temannya merasa iri karena baru hari pertama masuk sudah seperti
bertemu teman-teman lama. Tak disadari Riri, seorang lelaki yang berjalan dari
arah parkiran motor berjalan menuju kearahnya, tiba-tiba semua teman-teman Riri
terdiam dan memandang kearah lelaki tersebut.
“Heii Rii!” sapa lelaki tersebut
kepada Riri yang masih membelakangi nya.
“Eh Alvin?” ucap Riri sambil
membalikan badan menghadap si asal suara “Lho emang fakultas kamu dideket sini
?” Tanya Riri sambil memandang penampilan Alvin. Layaknya penampilan Mahasiswa
biasa sih, tapi berkat wajahnya yang tampan, apapun yang dipakainya selalu
membuat penampilannya sempurna.
“Iya dong, tuh di situ fakultas aku”
tunjuk Alvin kea rah fakultas Kedokteran
dan semua mata mengikuti arah yang ditunjuk oleh Alvin.
“HAH? “ Riri terkejut,jadi selama
ini Riri salah perkiraan “Aku kira kamu itu anak Teknik vin! Astaga kamu tuh ya
udah ganteng, calon dokter !” cerocos Riri tanpa pikir panjang.
Alvin tertawa dan mengelus kembali
kepala Riri. “Udah dulu ya Ri, aku masuk dulu,see you soon “ pamit Alvin sambil meninggalkan Riri yang masih terkejut.
“Dia benar-benar calon dokter sesuai perkataan mamah kemarin” pikir Riri.
“Wahh Riiii, kok kamu bisa kenal sih
sama kakak itu? Kalau gak salah dengar kamu tadi bilang namanya Alvin ya?”
Tanya Ceryl teman Riri
“Iya Lii, “ jawab Riri singkat
“Kalau gak salah dia itu termasuk
mahasiswa favorit diangkatannya. Kata sista aku yang satu fakultas-tapi bukan
prodi dokter,dia prodi SKM- ada cowok namanya Alvin,anak FK Umum gantenggg
bangettss,udah ganteng,Pintar dan ramah pula, dia juga disukai beberapa dosen
disini. Pokoknya kata sista aku, kalau dia senyum,setiap cewek didepannya pasti
Melting, dan semua yang dikatakan
sista aku meng bener ya! Ahh Tuan Alvin~” Jelas Ceryl centil yang menambah
keterkejutan Riri pada hari itu. Dia tidak banyak berkomentar, tapi dia merasa
“sedikit berbahagia” mengenal Alvin lebih dekat,mungkin.
************************
Setelah selesai perkuliahan hari
itu,Riri segera meluncur pulang karna dia merasa lelah sekali. Yang ada
dipikirannya saat itu hanya Bantal dan memandang wajah Kyuhyun sampai tertidur.
Ketika dia mengeluarkan motor beat nya, tiba-tiba lewatlah Alvin bersama 2
teman akarabnya dari kantin.
“wah Rii, udah mau pulang ya? “ sapa
Alvin.
“Ah iya vin, kan hari pertama,
mungkin masih adaptasi gitu “ jawab Riri sambil mengeluarkan motornya.
“Wah vin, lo kok gak bilang-bilang
udah punya temen cewek sih? Ciee si vinchan udah bisa deket sama adek kelas
cieeee” Usil teman Alvin.
”haha semua cewek di fakultas kita
itu juga teman aku kali yuu” Jawab Alvin kepada Wahyu terman akrabnya yang
pernah ia ceritakan.
“eh udah udah masalah cewek mulu sih
kalian. Oiya kamu anak FMIPA ya? Hmm kenalin, Gue Aldo,” kenal teman Alvin kepada Riri
“Lah Aldo darimana nya kamu tuh Jon!
Kalo udah Jono ya Jono aja” Usil Alvin yang membuat Riri tertawa
“Oh jadi ini ya Wahyu dan Jono vin?
Pantes aja kamu awet wong pelawak semua toh teman kamu” canda Riri
“HAH? Kamu certain kita vin? Apa gak
salah? gue curiga nih sama si vinchan…”
usil Jono
“Oiya, aku Riri Keysharina, maaf
tadi keasyikan jadi lupa kenalan ya. Aku anak FMIPA prodi Farmasi” kenal Riri sambil saling salam dengan kedua
teman Alvin “Oiya, aku pulang dulu ya, soalnya udah capek banget niih,gak
mau lama-lama di luar. Duluan ya” pamit
Riri
“Hati hati yaa” ucap Alvin sambil
menutup Kaca helm Riri
“Apaan sih usil,” balas Riri mencoba
mengacak rambut Alvin tapi gak kesampaian sehingga mengundang tawa Alvin.
Setelah Riri pergi, mereka bertiga pun kembali kedalam ruangan.
“Kalau orang gak tau kalian ,
mungkin udah dikira orang pacaran kali ya yu, apalagi vinchan kan cowok
terganteng di FK. Pasti cepat kesebar gossip kalian” Ucap Jono setelah melihat
keakraban Alvin dan Riri
“Ahaha, emang nya segitunya ya
kegantengan aku? Biarin aja orang ngegosipin aku, toh ini kan hidup aku” Balas
Alvin cuek
“Tapi ini kan gak kayak kamu
biasanya kan vin. Biasanya kamu gak bisa terlalu akrab apalagi sama namanya
cewek” ucap Wahyu menambahkan
Alvin berhenti dan membuat kedua
teman-temannya kaget “Jadi, selama ini kalian cemburu bila aku dekat sama
cewek? Aduh, kalian ini bikin takut aku aja. Hiii~” usil Alvin, kemudian
berjalan mendahului meninggalkan kedua temannya yang kebingungan.
“BUKANNYA GITU VINKUN~~~” Teriak
kedua temannya menyusul Alvin, dan Alvin terkekeh.
*****************
Keesokan paginya, Riri bergegas
menuju kampus, karna dia sedang ada kelas pagi. Selesai kelas pagi, kembali
Riri keluar dan berjalan menuju kantin tapii tanpa sadar memandang kearah lapangan basket. Entah dengan otomatisnya,
mata Riri kembali memandang lelaki berbaju biru, berkulit putih yang sedang
tertawa dan memainkan bola basket dengan lincahnya. Riri terpesona! Sepanjang
jalan ke kantin dia terus memandang pemain yang tampan itu. Kantin berseblahan
dengan Lapangan basket, oleh karna itu dengan leluasanya memandang si pemain
tampan itu bermain.
“Ra, ganteng banget ya tuh cowok?”
ucap Riri sambil menunjuk lelaki tersebut”Mirip banget sama idol ague…..” Kali
ini Riri menempelkan sendok dibibirnya.
“Ooh cowok itu ri, yang gue denger
dia itu anak FK, emang paling ganteng sih! Kemaren gue liat dari deket, gegara
dia jalan lewat FMIPA. Tuhh lihat banyak banget kan cewek-cewek yang ngefans
sama dia” Jawab Rara sambil menunjuk sekumpulan cewek yang juga memandang cowok
pujaan Riri, Riri mendengus!
“Kalau kayak gitu gak bisa dijadiin
pacar dong ra, hahaha eh yuk makan aja kita, gue udah laper” Ucap Riri sambil
menuangkan kecap kedalam baksonya.
“Dasar juga kamu tuh Rii. Perut aja
yang dipikir” ucap Rara sambil mencubit perut Riri,Riri terkekeh. Mereka berdua
menyantap makanan masing-masing dengan lahapnya, tiba-tiba Rara terkejut tapi
kemudian melanjutkan memakan makanannya,Riri masih sangat lahap sehingga ia tak
memikirkan apa yang terjadi pada Rara, tapi tiba-tiba, kali ini bukan Rara yang
terkejut tapi Riri! Tiba-tiba kedua matanya ditutup oleh kedua tangan, tangan
yang besar, sepertinya bukan tangan wanita.
“Siapa niih!? “ Tanya Riri kesal
“ayo tebak siapa, “ ucap si pemilik
tangan
“kayaknya aku pernah dengar suara
ini,tapi siapa ya” piker Riri “Ah udah ah , jangan main dong, aku kan lagi
makan!” Riri tidak menjawab pertanyaan si pemilik tangan, dia lebih memilih
untuk memarahinya karna perut Riri masih perlu diisi.
Akhirnya kedua tangan itu pun
terlepas dari mata Riri, “Ih Riri gak bisa diajak becanda ya kalau lagi makan” ucap si pemilik tangan tersebut
“Alvin!” pekik Riri, sekali lagi,
Riri terpesona kepada Alvin, tanpa ia sadari, pemain basket yang ditunjuk oleh
Riri itu ternyata adalah Alvin! Dimanapun dan kapanpun, dia benar-benar selalu
menarik perhatian Riri. Wajahnya yang begitu bersinar ditambah dengan
bulir-bulir keringat yang ada diwajahnya semakin membuat dia terlihat sangat
tampan,benar-benar tampan… pikir Riri. “kamu tuh ya usil banget jadi orang,
tahu kan kalau aku lagi makan?” ucap Riri sambil berpura pura marah.
“Aiih masa segitu aja kamu marah sih
rii, just Kidding, I wanna see ur smile
today hehehe” ucap Alvin,mendengar ucapan tersebut Riri tertawa,disamping
itu Rara terpaku melihat dan mendengar percakapan Alvin dan Riri. Alvin masih
berkeringat, dengan segera Ia mengambil saputangan yang ada didalam tasnya
“Waduh, kayaknya saputangan aku ketinggalan deh” gumam Alvin tapi Riri
mendengar perkataanya
“Nih pakai punyaku aja” ucap Riri
sambil memberikan saputangan berwarna Biru tua dan kembali menyantap
makanannya. Alvin mengambil saputangan tersebut dan kemudian duduk sambil
memandang wajah Riri. Riri cuek dan terus focus menghabiskan makanannya.
“wahh si Vinkun ini gak diliat
sebentar udah ilang, eh ternyata dia datangin pacarnya toh” ucap Jono yang
mengagetkan seluruh Kantin termasuk Riri yang tersedak
“iya niih, baru ditinggal beli minum
aja udah ilang. Untung gue masih ingat muka si penarik hati vinchan, sesuai
dugaan pasti kamu datangin niih cewek” Balas Wahyu yang membuat seluruh mata
dikantin memandang kearah meja Riri dan Rara.
“waduh Riii, katanya tadi nyerah mau
dapetin cowok yang kamu pufttttttt…….” Mulut Rara ditutup Riri memakai Tangannya
“Eh aku duluan yaa, udah kenyang.
Duluan ya Vin, ka jon ka wahyu. “ pamit Riri terburu buru sambil menggandeng
Rara
“tapi ri,bakso gue belum habis! Aduh
tunggu tung..gu rii~!” pinta Rara
Seluruh mata memandang Riri keluar
dari kantin! Riri segera masuk kedalam ruangan dan diam seribu bahasa sampai
pelajaran berakhir.
Sepertinya,hari itu adalah hari yang
melelahkan bagi Riri, setelah semua teman-temannya yang berbondong bondong
meminta penjelasan hubungannya dengan
Alvin, belum lagi dia bertemu dengan kakak-kakak tingkat yang ngakunya Fans
“Fanatik” Alvin,pokoknya benar-benar melelahkan! Pelajaran berakhir, dan Riri
segera menuju kearah parker sebellum ada yang mencegatnya lagi. Tapi sesampai
dia diparkir, dia melihat lelaki yang dia kenal.
“Lho Tora? Ngapain disini?” sapa
Riri kepada lelaki yang bernama Tora,dia adalah teman 1 sekolah Riri sewaktu
SMA. Tora sih bisa dibilang cukup ganteng, wajahnya yang manis ditambah kulit
yang berwarna coklat cukup bisa membuat cewek-cewek pada melting ditambah lagi,Tora
begitu pandai bagaimana membuat suasana menjadi gembira. Riri senang bisa
bertemu pria itu lagi, karna Tora salah satu teman akrab dari Riri.
“Hey Rii, akhirnya datang juga ya,
aku lama tau nungguin kamu disini.” Ucap Tora sambil tersenyum
“eh nungguin aku? Waahh ternyata
kamu so sweet jugaya tor mau nungguin aku disini hehehe” canda Riri “terus apa
yang ngebawa kamu kesini tor?” Tanya Riri sambil tak henti hentinya ia
tersenyum karna gembira bertemu salah satu teman lamanya. Tanpa disadari Riri,
Alvin melewati area parker karna harus menyebrang area parker untuk mengantar
file kepada rektorat yang ada diseberang
FK dan FMIPA. Alvin berhenti,dan mengamati Riri dari kejauhan. Riri Nampak
sangat bahagia, dia tertawa sangat natural sekali, dan itu sedikit agak membuat
hati Alvin sakit karna dia tertawa bersama lelaki lain.Alvin terus mengamati
Riri dari kejauhan dan menajamkan pendengarannya.
“emm gini Rii, ini udah lama aku
pengen bilang ke kamu.. sejak dulu sampai sekarang aku selalu ngeliatin kamu..”
ucap Tora lirih, Alvin menajamkan indera
pendengarannya.
“Ngeliatin? Maksudnya gimana tor?”
Tanya Riri dengan wajah bingung “sekarang kamu liatin aku kan? Aku gak hilangkan?”
canda Riri mencairkan suasana. dan Alvin
yang mendengar ngikik sendiri.
Tora bingung namun kemudian
tersenyum “aduh bukan itu Riri, maksud aku tuh kalo selama ini, aku …….. aku…….
Aku su….”
“Heyy Riii~!” Teriak Alvin memotong
pembicaraan Tora.
Riri dan Tora terkejut dengan
kedatangan cowok tampan tersebut. Karna Alvin dating, Riri merasa sedikit lega
karna Ia merasa percakapan nya dan Tora sedikit tidak nyaman. Alvin menghampiri
Riri.
“Kenapa ka?” Tanya Riri sambil
menahan tawa.
“Ih sekarang udah pake kakak ya sama
aku, kok kamu cepat banget sih pulangnya.Gak enak badan ya” Ucap Alvin sambil menempelkan punggung
tangan Alvin kekepala Riri.
“Aku gak sakit kok, Cuma malas aja
lama-lama dikampus. Enakkan dirumah juga..”
ucap Riri enteng.
“Anuu…. Maaf.” Ucap Tora menyadarkan Riri dan Alvin, Tora memandang
Riri “Rii, anu.. ini pacar kamu ya?” Tanya Tora penasaran
Sebelum Riri membuka mulut, Alvin
lebih dulu bersuara “Oiya, kalau gitu aku permisi dulu ya, dosen kami sudah
nunggu, daah Riri,kamu hati-hati dijalan dan temannya Riri?”
“Tora…”
“Ah iya Tora, ok aku duluan ya, see
you rii, ntar aku sms” Ucap Riri usil meninggalkan Tora dan Riri.
“Haha emangnya gue pacar lu juga.
Ckckck” ucap Riri sambil menggelengkan kepala “ah tor,aku duluan ya, soalnya
aku kebelet pulang nih, tambah besok ada kelas pagi pula. Duluan yaa” pamit
Riri sambil menyalakan motor beatnya.
“Okelah rii, hati-hati dijalan” ucap
Tora lesu.
********************************
Sudah seminggu Riri menjadi
mahasiswi, kehidupannya memang bahagia, banyak teman-teman diberbagai Prodi,
orang tua yang baik , pembelajarannya juga pun baik. Tapi Riri bingung, setelah
dia bertemu dengan Alvin, matanya selalu bekerja secara otomatis mencari pria
tersebut. Entah ini perasaan suka ataupun cinta, tapi yang pasti, Riri merasa
nyaman bila berada didekat Alvin dan mendengar suaranya. Memang wajah Alvin
sangat mirip dengan wajah artis idolanya, tapi Riri tidak mempunyai perasaan
yang sama baik kepada Alvin maupun idolanya. Perasaannya berbeda,sangat
berbeda.
Sudah 3 minggu Riri tidak bertemu
Alvin, dia memang tidak kehilangan kontak bersama Alvin, tapi ketika Riri
bertanya dimana dia berada, dia selalu mengalihkan pembicaraan. 2 Minggu
terakhir motor Supra fit hitam Alvin memang ada,tapi pada minggu ketiga bulan
oktober Motor yang sering dikendarai Alvin tidak ada ditempat dia memparkirkan
motornya. Minggu-minggu tanpa adanya kehadiran Alvin memang terkadang
memberatkan Riri, dia merasa aneh, ketika punggungnya disentuh atau seseorang
yang memanggilnya dia selalu terpikirkan Alvin. Sore itu, dikala handphone Riri
sedang dicharge, mamah memanggil Riri.
“Rii, ada telpon dari temen kamu”
Panggil mamah Riri
“Iyaa....” ucap Riri lesu. Riri
mengangkat telpon “Hallo, ini Riri......”
“good
afternoon, Riri. Glad to hear your
voice ‘gain” sahut seseorang yang ada disebrang
“Alvin!” pekik Riri hingga membuat
Ibunya menengok kearahnya sambil menunjukan ekspresi terkejut. “Kok kamu gak
telpon ke handphone aja sih!”
“Handphone kamu gak aktif, tadi aku
udah coba hubungin beberapa kali.... lagian aku juga nelpon pake telpon rumah
juga kok, jadi hematkan kalau kesesama pemakai haha” tawa Alvin yang membuat
Riri semakin ingin bertemu dengan dia.
“Emang tampang kamu tampang pelit
kok” canda Riri
“hahaha kamu ini emang ya awas kalau
ketemu tak jitakin mukamu “
“Halah emang kamu berani? Dari
kemaren kamu bilangnya gitu mulu, padahal buktinya gak ada toh. Ketemu aja gak
pernah” sindir Riri
Alvin terdiam sebentar “Oh ya? Maaf
ya ri, aku emang ada jadwal kuliah yang padat, soalnya mesti ada kerjaan yang harus
aku selesain.” Ucap Alvin “Padahal aku juga pengen ketemu” ucap Alvin lirih
tapi Riri masih bisa mendengarnya.
Riri mendengar perkataan tersebut
langsung berdebar kencang, mukanya memerah mendengar ucapan Alvin. Belum sempat
Riri menjawab perkataan Alvin, tiba-tiba terdengar suara perempuan yang
memanggil Alvin. Riri menajamkan pendengarannya, mereka berbicara memakai
bahasa Inggris.
“Vin......” ssskk ssskk skk bunyi ditelpon “Who is it? Don’t use this telephone too long, expense of this phone so
expensive.....”skskkk sepertinya telepon menyentuh kain “It’s Japan not Indonesia” kata perempuan
itu kepada Alvin. Riri terkejut jadi Alvin 1 minggu ini berada di Jepang! Tapi
kenapa dia bersama Perempuan? Suaranya seperti perempuan muda. Tak mungkin
Ibunya semuda suara yang ada ditelpon. Pikir Riri
“So?
I talking with myfriend,ooh It’ll fine
if you take a break for your body, please don’t make me worry more than this”
jawab Alvin pelan namun sangat tajam ditelinga Riri, Riri merasa sedikit
‘cemburu’ karena dia berkata seperti itu kepada perempuan lain. Tapi Dia memang
bukan siapa-siapa Alvin, tapi entah kenapa, Riri tetap merasa cemburu.
Kemudian mereka berbicara dalam
bahasa Jepang yang cepat sehingga Riri tak mengerti, kemudian Alvin kembali
ketelpon.
“Riri, Maaf ya, ntar malam aku
telpon lagi. Oke? See you soon” pamit
Alvin
Dan Riri hanya menjawab singkat.
“Rii, telpon dari Alvin ya” Tanya mamahnya yang membuat Riri terkejut.
“Iya mah. Mamah nguping ya?” Tanya Riri usil
“Gak nguping kok, cumin suara kamu
itu yang keras sampe dapur” jawab mamahnya sambil berlalu tapi kemudian
mamahnya berbalik “Kok gak diajak main kesini Rii?” Tanya mamahnya lagi kepo.
“Dia lagi di Jepang mah, gak tau
Riri mau ngapain dia disana.” Ucap Riri lesu ditambah lagi suara perempuan yang
ditelpon itu, membuat Riri semakin sedih.
“Eh dijepang? Berarti Isl tadi ya
kalian 2.... wow emang penuh kejutan ya ri” ucap mamahnya sambil meninggalkan
Riri yang masih terdiam. Kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan mendengar lagu
hingga ia tertidur.
Paginya, Ia melihat Hanphonenya,
ternyata ada 10 missed call,2 pesan,1 pesan Mms dari nomor baru dan nomor yang
tidak ada di Indonesia-nomor dengan kode Negara Jepang. Sepertinya Alvin pikir
Riri. Kemudian dia membuka mms yang dikirim oleh nomor tesebut ternyata itu
foto Alvin disebuah galeri Boneka Beruang. Riri tertawa karna difoto tersebut
Alvin berpose dengan baju hitam stylish khas harajuku yang membuat dia
benar-benar sangat tampan dengan berdiri diantara boneka Raksasa yang membuat
dia seperti seorang artis dan boneka tersebut sebagai Bodyguardnya sepertinya
foto tersebut diambil pada Siang hari. Kemudian ada pesan dibawahnya, “Bagaimana menurutmu? Aku benar-benar tampan
kan diantara mereka ^^” Riri tersenyum kemudian dia membaca pesan dari Alvin.
“kenapa gak angkat telponku? AVN ”
kemudian pesan kedua “Riri marah?AVN”
kemudian Riri membalas pesan tersebut (walau mahal) Riri tetap membalasnya.
Aku
tertidur dari sore kemaren. Maaf. R2
Untunglah hari itu hari sabtu, jadi
Riri masih bisa bermalas-malasan ditempat tidur karna dia tidak ada jadwal
kuliah hari itu. Riri masih bermalas-malasan kemudian dia membuka kembali foto
aLVIN, dia tersenyum sendiri. Tapi sedetik kemudian, senyumannya hilang karena
Ia ingat suara wanita yang bersama Alvin kemaren sore. Tiba-tiba terdengar lagu
Whats Going on-B1A4 dari handphone
Riri yang menandakan ada telpon masuk. Ternyata nomor Jepang sedang masuk
kehandphonenya.
“Hallo” ucap Riri singkat
“Hei Riri! Akhirnya kamu jawab juga telponku” jawab Alvin sedikit lega
“Kamu sudah liat foto yang kukirim?”
“udah vin, itu galeri boneka beruang
dimana?” Tanya Riri sengaja padahal ia
sudah tau dimana Vincent berada. Tidak ada jawaban diseberang
“ Ahh Rii, kamu udah mandi belum?
Jangan-jangan kamu niih masih menggeliat ditempat tidur” canda Alvin
mengalihkan pembicaraan. Tapi Riri dengan enggan menjawab pertanyaan Vincent
“Belum, aku baru bangun. Malas
kemana mana...” ucap Riri singkat
Belum sempat Alvin menjawab, tiba
tiba Ia dipanggil lagi oleh si Perempuan yang suaranya didengar oleh Riri sore
kemaren.
“Misa-san
has been saved your order. When are you take it from her? “ ucap wanita
itu, dan Riri mendengarnya
“Pack
it, and don’t get jealous because I bought it haha” ucapan Alvin membuat
Riri semakin sakit. Kemudian tanpa sadar Riri sudah mematikan panggilan Alvin.
Kemudian ia menswitch off
handphonenya. Dan ia turun kebawah menyusul kedua orang tuanya yang sedang
sarapan.
“Mah kalau ada telpon buat Riri,
bilang aja Riri lagi gak ada.” Ucap Riri sambil menghabiskan sarapannya
“Emang kenapa Ri?” Tanya mamahnya
sambilmemandang putrid semata wayang mereka.
“Gak kok, Cuman malas aja.” ucap
Riri singkat sambil meninggalkan ruang makan dan berlari menuju telpon rumah.
Kemudian dia membuka agendanya. Dia teringat Alvin lagi, tapi kecemburuan Riri
membuat dia segra menekan nomor handphone Rara.
“Halo Ra? Niih aku Riri, aku pakai
handphone rumah kami. .... eh ra, hari ini aku mau kerumah kamu, kamu ada kan?
Eh iya iya ntar aku kerumah mu ya. Aku bĂȘte.. oke? Aku mandi dulu. See you rara
sayang.” Tutup Riri dan segera pergi mandi.
Setelah selesai mandi dan
berpakaian, Riri memandang handphonenya sebentar kemudian ditinggalnya
handphonenya dan segera pergi. Ketika dia mengeluarkan motornya, kesialan masih
menimpa Riri. Ban motor Riri kempes.
“Aseemm, Sial banget sih aku hari
ini” gumam Riri
Tak berapa lama, mamah dan papahnya
lewat dengan pakaian rapi khas orang yang mhau kekondangan.
“Kenapa Rii?” Tanya papahnya
“Ini lho pah, motor Riri lagi
kempes. Papah mamah mau kemana? Kok rapi banget”
“Ooh kami mau ke acara pernikahan
sepupu mamah yang ada dijalan M.. emang kamu mau ikut?” Tanya mamahnya
“Ahh mah , Riri mau numpang sampai
rumah teman Riri dijalan L, kan kalian lewat jalan L dulu biar sampai dijalan
M” ucap Riri “Tapi motor jadi gak ada yang ngantar ke bengkel dong kalau gini
ceritanya” gumam Riri.
“Ahh minta tolong paman Bejo, tukang
bengkel yang dibelakang itu. Kamu taruh aja motormu disini, ntar sipaman
memperbaikin motor kamu.” Ucap papah
“Ooh kalo gitu ntar papah nelpon
paman Bejo ya. Yaudah Riri naruh motor dulu”
Setelah hampir 45 menit Riri telah
sampai di rumah Rara, dan Ia disambut Rara didepan rumahnya.
“Tumben lu Rii ikut mamah
papahmu?”Tanya Rara “lalu tumben lu datang kerumah, untung gue tadi gak ikut
kekondangan . bokap nyokap lagi gak ada rii, jadi kita 2 bebas mau lakuin apa
aja.” Kata Rara terkikik
“motorku lagi rusak Ra. Gue bosen
dirumah, mending main kerumah lu.” Ucap Riri sambil memasuki rumah Rara “yah
kalau gak ada orang dirumah berarti gak ada makanan dong. Duuh” keluh Riri yang
membuat Rara tertawa
“Gimana gak tambah bullet kalau lu
kepengen makan mulu! Eh gimana kalau kita nonton aja yuk?” ajak Rara
“Kayaknya menarik, yuk nonton” ucap
Riri dan mereka berdua pergi kedalam kamar Rara untuk menonton. Hampir 6 jam
Riri menghabiskan hari, waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Wib, Riri menunggu
papahnya untuk menjemput Riri.sudah 50 menit Ia berdiri didepan rumah Rara.
Melihat temannya tersebut, Rara menawarkan untuk mengantar Riri sampai kerumah,
tapi Riri menolak karna merasa dia terlalu banyak merepotkan Rara. Tiba-tiba
sebuah mobil Biru tua melesat kearah Riri.
Tiitt Tiit , klakson mobil tersebut.
Riri menengok kearah mobil itu, sepertinya Ia mengenal mobil tersebut. Tiba
tiba keluar lelaki tinggi putih dari mobil, Riri kaget dan buru-buru berbalik
masuk kedalam rumah, tapi Riri tidak bisa melepaskan diri dari lelaki tersebut.
“Rii, kamu marah ya sama aku!?”
Tanya lelaki itu “kenapa kamu menghindar sih rii?
“A..aku gak marah vin, aku gak
menghindar, bi..bilang siapa a.. aku menghindar heh?” jawab Riri sambil gemetar
karna perasaanya kaget bercampur gembira dan marah kepada Alvin. Sejak
mendengar suara perempuan ditelpon, Riri benar-benar cemburu, tapi tak ada yang
dapat ia kerjakan selain hanya diam dan berharap. karna Ia tahu kalau Alvin,lelaki
tersebut bukan miliknya.
“Terus kenapa telpon aku diputusin
tadi pagi?”Tanya Alvin, Rara yang mendengar kaget tapi kemudian dia memilih
bungkam dan memandang Riri dengan tatapan curiga
“Aduh ngapain sih bahas itu disini
vin! Udah aku mau pulang! Aku lagi malas lama-lama diluar” ucap Riri. Tiba-tiba
tangannya ditarik Alvin masuk kedalam mobil, itu membuat Riri kaget dan tak
bisa melawan. Rara yang memandang mereka melambai-lambai kearah Riri. Riri
mendengus.
Didalam mobil Alvin dan Riri
terdiam, tak ada suara yang memecah, yang terdengar hanya deru mensin yang
melaju dijalanan. Riri tidak tahu kemanakah Alvin membawanya. Sialnya handphone
Riri sama sekali tidak dibawanya!
Mobil berhenti ditaman kota, taman
tersebut sepi, tak ada satupun orang yang mau bermalam mingguan ditaman
tersebut,walaupun pemandangan disitu begitu Indah dimata Riri.
“Rii…..” ucap Alvin memecah
keheningan
“Hmm…..” jawab Riri singkat karna
dia masih dalam perasaan Bete.
“Kamu beneran lagi marah ya sama aku?” Tanya Alvin
sambil terus menatap kedepan
“marah kenapa? Aku gak marah, kalau
aku marah, emangnya aku marah dengan alas an apa coba?”
Alvin terdiam “Mungkin karna …. Gak
ketemu aku 3 minggu nih?” jawab Alvin yang membuat Riri tersenyum, mungkin bisa
jadi itu salah satu alas an yang membuat Riri bĂȘte. “Haah, akhirnya senyum
juga” ucap Alvin sambil tersenyum kearah Riri. “aku beneran minta maaf Rii, kalau
seandainya ada kata-kata yang kurang baik kekamu” Ucap Alvin
“Kok suasananya jadi formal gini ya?
Udah dong vin, pake bahasa Indo yang gaul dong, aku ngerasa kaya formal banget
kalau kita dua ngomong” canda Riri yang membuat Alvin tertawa.
“Ri… ri, kamu ini kan tau aku baru
disini, jadi aku belum lancer ngomong pakai bahasa gaul” ucap Alvin sambil
mengelus kepala Riri.
Kemudian Alvin mengambil bungkusan
yang ada dibangku belakang dan memberikannya ke Riri.
“Rii, itu buat kamu, dibuka yaa”
ucap Alvin
Ketika Riri membuka bungkusan
tersebut, Riri kaget dan tersenyum, ternyata bungkusan tersebut berisi boneka
beruang dengan bulu berwarna biru dan menggunakan style Harajuku.
“Coba pencet perutnya Rii…” ucap
Alvin
Ternyata boneka tersebut boneka
khusus yang desainnya dirancang oleh Alvin dan yang lebih hebohnya lagi boneka
itu mengeluarkan suara Alvin! Sangat umum boneka tersebut diperjualbelikan di
Jepang, tapi Alvin mengetahui warna favorit Riri dan memesannya khusus untuk
Riri. Ketika boneka dipencet suara Alvin keluar.
Hey Riri, would you be mine? Yeah honestly
Im fallin in Love with you, I miss you everyday,hour,and second.
Mendengar rekaman dari boneka
tersebut, Riri kaget dan segera menengok kea rah Alvin yang sudah memandangnya sedari tadi.
“Ini serius?” Tanya Riri
“completely,
I’m serious, sejak kita ketemu digramed aku gak bisa lupain muka kamu yang
bullet itu, ditambah lagi kamu lucu dan gara-gara kamu, aku harus berjalan
berlawanan arah tiap hari buat ngeliatin kamu” ucap Alvin “dan jawaban kamu?”
Riri terdiam. “dari awal kita
ketemu, emang kuakui kamu ganteng, dan setiapkamu berada ditengah keramaian,
mata aku selalu ngeliat kearah kamu.” Kemudian Riri terdiam lagi, tak lama
kemudian, Ia tersenyum “aduh mimpi apa gue ditembak cowok cakep!” ucap Riri yang
membuat Alvin tertawa. “Sebenarnya aku juga kok vin” ucap Riri sambil menutup
tertunduk malu. Alvin tersenyum dan mengelus kepala Riri, dan mereka berdua
saling berbahagia.
*********************************
Komentar
Posting Komentar