Dylan, seorang pemuda
yang bekerja di perusahaan swasta di kota Solo. Ia hidup layaknya para pegawai
biasa, namun semua orang sangat menyukainya bahkan atasanya. Dylan sangat akrab
dengan temannya, Ryan. Dylan dan Ryan telah bersahabat dari mereka duduk
di bangku kuliah. Suatu hari, seorang Ceo manager tiba tiba berhenti bekerja,
sang atasan menjadi kewalahan dan secara cepat memilih satu orang dari semua
pegawainya untuk menjadi Ceo manager. Si atasan berpikir, Ryan sangat cocok
untuk mengisi jabatan tersebut dengan prestasi dan kerajinannya di
tempat bekerja. Hal tersebut didengar oleh Dylan, Ia tak menerima keputusan si bos
sehingga Ia merencanakan kegagalan dalam tugas pertama Ryan.
Rencana Dylan memang
benar berhasil, Ia mampu membuat seorang Ryan menjadi sangat memalukan diantara
para atasannya. Namun dengan liciknya, Dylan pura-pura membantu dan
menyemangati Ryan ketika ia harus
dipecat dan dicabut dari jabatannya. Melihat itu, sang atasan langsung memilih
Dylan untuk menjadi Ceo manager diperusahaan
mereka, dan Ryan yang mendengar berita tersebut ikut senang atas terpilihnya
sahabatnya yang menggantikan Posisinya.
2 Tahun kemudian, Ryan
dan Dylan kembali bertemu. Bukan sebagai rekan kerja, tapi sebagai orang
kaya dan orang miskin. Ryan terkejut ketika melihat penampilan sahabatnya yang
cacat dan begitu compang camping, Ia senang sekaligus shock atas keadaan
sahabatnya tersebut. Sebaliknya, Dylan merasa malu ketika bertemu sahabatnya
yang dengan kerennya keluar dari dalam mobil mahal dan menemukannya dalam
keadaan seperti ini. Ketika di cari tau alasan kenapa Dylan mengalami hal
tersebut, ternyata Dylan merasakan kelicikan rekan-rekan kerjanya untuk
menggugurkan Dylan sehingga dia cacat dan dipecat. Sedangkan Ryan, Ia berhasil
mencontek cara berbisnis di perusahaan pertama Ia bekerja dan mampu
mengembangkannya hingga ia berhasil seperti sekarang.
Ryan merasa iba kepada
Dylan. Akhirnya Ryan membawa Dylan kerumahnya dan bersedia merawat begitu juga
memberikan pekerjaan kepada Dylan. Melihat ketulusan Ryan, Dylan menangis
dibawah kaki Ryan dan mengakui segala kejahatan yang telah ia perbuat bagi
Ryan.
Saudaraku, dari cerita
diatas bisa kita lihat, bahkan seorang sahabat saja bisa mengorban kan sahabat
yang lainnnya demi kekuasaan, dibutakan oleh hal duniawi. Kita bisa saja licik
seperti ular, tapi jangan menjadi ular sepenuhnya. Kita juga harus mempunyai
rasa Jujur dan juga kasih bagi sesama kita, supaya kita tak dibutakan oleh
ambisi tersebut. –Owner-
Komentar
Posting Komentar