Langsung ke konten utama

Licik seperti ular, tapi berbahaya bila keterusan!


Dylan, seorang pemuda yang bekerja di perusahaan swasta di kota Solo. Ia hidup layaknya para pegawai biasa, namun semua orang sangat menyukainya bahkan atasanya. Dylan sangat akrab dengan temannya, Ryan. Dylan dan Ryan telah bersahabat dari mereka duduk di bangku kuliah. Suatu hari, seorang Ceo manager tiba tiba berhenti bekerja, sang atasan menjadi kewalahan dan secara cepat memilih satu orang dari semua pegawainya untuk menjadi Ceo manager. Si atasan berpikir, Ryan sangat cocok untuk mengisi jabatan tersebut dengan prestasi dan kerajinannya di tempat bekerja. Hal tersebut didengar oleh Dylan, Ia tak menerima keputusan si bos sehingga Ia merencanakan kegagalan dalam tugas pertama Ryan.
Rencana Dylan memang benar berhasil, Ia mampu membuat seorang Ryan menjadi sangat memalukan diantara para atasannya. Namun dengan liciknya, Dylan pura-pura membantu dan menyemangati Ryan ketika  ia harus dipecat dan dicabut dari jabatannya. Melihat itu, sang atasan langsung memilih Dylan untuk menjadi  Ceo manager diperusahaan mereka, dan Ryan yang mendengar berita tersebut ikut senang atas terpilihnya sahabatnya yang menggantikan Posisinya.
2 Tahun kemudian, Ryan dan Dylan kembali bertemu. Bukan sebagai rekan kerja, tapi sebagai orang kaya dan orang miskin. Ryan terkejut ketika melihat penampilan sahabatnya yang cacat dan begitu compang camping, Ia senang sekaligus shock atas keadaan sahabatnya tersebut. Sebaliknya, Dylan merasa malu ketika bertemu sahabatnya yang dengan kerennya keluar dari dalam mobil mahal dan menemukannya dalam keadaan seperti ini. Ketika di cari tau alasan kenapa Dylan mengalami hal tersebut, ternyata Dylan merasakan kelicikan rekan-rekan kerjanya untuk menggugurkan Dylan sehingga dia cacat dan dipecat. Sedangkan Ryan, Ia berhasil mencontek cara berbisnis di perusahaan pertama Ia bekerja dan mampu mengembangkannya hingga ia berhasil seperti sekarang.
Ryan merasa iba kepada Dylan. Akhirnya Ryan membawa Dylan kerumahnya dan bersedia merawat begitu juga memberikan pekerjaan kepada Dylan. Melihat ketulusan Ryan, Dylan menangis dibawah kaki Ryan dan mengakui segala kejahatan yang telah ia perbuat bagi Ryan.
Saudaraku, dari cerita diatas bisa kita lihat, bahkan seorang sahabat saja bisa mengorban kan sahabat yang lainnnya demi kekuasaan, dibutakan oleh hal duniawi. Kita bisa saja licik seperti ular, tapi jangan menjadi ular sepenuhnya. Kita juga harus mempunyai rasa Jujur dan juga kasih bagi sesama kita, supaya kita tak dibutakan oleh ambisi tersebut. –Owner-

Komentar